Rapid Cedar

Rapid Cedar

BerandaBisnisWisataOtomotifPendidikanKesehatanOlahragaHiburanBeritaTeknologi

Lokasi: Beranda / Berita / ITDC Bidik 150.000 Penonton MotoGP Mandalika 2026, Perputaran Ekonomi Ditarget Tembus Rp 5 Triliun

2026-07-29 15:22:01

ITDC Bidik 150.000 Penonton MotoGP Mandalika 2026, Perputaran Ekonomi Ditarget Tembus Rp 5 Triliun

InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menargetkan jumlah penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 150.000 orang.

Adapun MotoGP di Mandalika akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 mendatang. Perputaran ekonomi dari gelaran selama tiga hari tersebut ditarget bisa mencapai di atas Rp 4,9 triliun.

Direktur Operasional ITDC Troy Reza Warokka mengatakan, target tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Ia optimistis kehadiran dua pembalap Indonesia, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, dapat mendongkrak antusiasme masyarakat untuk menyaksikan balapan secara langsung.

"Kita mau coba naik di 144.000 sampai 150.000 pengunjung, mudah-mudahan itu tercapai," ujar Troy dalam media gathering Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Artotel Gelora Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Baca juga:

Menurutnya, optimisme itu juga didukung komitmen Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang akan mengirim sekitar 8.000 penonton dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan kepada pembalap Indonesia.

"Ini bentuk-bentuk dukungan positif untuk pembalap kita supaya jadi semakin semangat," kata dia.

Selain menargetkan peningkatan jumlah penonton, ITDC juga membidik dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026. Perputaran uang diharapkan melampaui capaian tahun lalu yang berkisar Rp 4,9 triliun.

Troy menilai MotoGP tidak hanya menjadi ajang balap motor, tetapi juga telah berkembang menjadi penggerak sport tourism yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kalau tahun lalu mungkin sekitar Rp 4,9 triliun, kita berharap dengan adanya pembalap Indonesia mungkin harusnya bisa lebih dari itu. Sesungguhnya MotoGP ini bukan hanya sebuah gelaran MotoGP, tapi bagaimana sport tourism melalui MotoGP bisa mengerek perekonomian secara besar," ucapnya.

Lebih lanjut, Troy bilang, manfaat ekonomi penyelenggaraan MotoGP pada dasarnya tidak hanya dirasakan oleh NTB sebagai tuan rumah, tapi juga daerah lain yang terlibat dalam rangkaian kegiatan menjelang balapan, termasuk Jakarta.

"Hari ini Jakarta dapat momentum, artinya pasti harusnya bergerak (perekonomian). Saya berharap dari tahun lalu bisa bergerak naik, lebih positif," tutur Troy.

Ia menambahkan, penjualan tiket MotoGP Indonesia 2026 juga menunjukkan tren positif. Seluruh tiket kategori early bird telah habis terjual dan saat ini penjualan telah memasuki tahap Presale 1.

Menurut dia, hingga sekitar 80 hari sebelum balapan digelar, nilai transaksi penjualan tiket telah mencapai sekitar Rp 2,5 miliar atau lebih cepat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

"Early bird sudah habis dan sekarang sudah masuk ke tahap Presale 1. Dalam waktu dua minggu tiba-tiba habis dan ini hal yang positif," tutup Troy.

Artikel Terkait

Copyright © 2026 Rapid Cedar · sitemap ·