Polisi Kerahkan 389 Personel Amankan Konser Akbar di Monas Nanti Malam

Polisi mengerahkan 389 personel untuk mengamankan Konser Akbar 2026 di Monumen Nasional Jakarta Pusat, nanti malam. Pengamanan dilakukan oleh personel gabungan.
"389 personel gabungan personel Polda Metro Jaya, Polres Jakpus, dan Polsek Gambir. Konser musik klasik di Monas," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri saat dihubungi, Sabtu .
Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, mengatakan rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Dia mengatakan tidak ada pengalihan maupun penutupan di Jalan Medan Merdeka Selatan jika kondisi masih kondusif.
"Untuk penutupan jalan itu tidak dilakukan ataupun tidak diberlakukan penutupan atau pengalihan jalan. Penutupan dan pengalihan jalan dilakukan secara situasional apabila memang Merdeka Selatan itu dipenuhi oleh parkiran roda 2 atau 4 atau pun dipenuhi oleh masyarakat, sehingga tidak bisa dilintasi maka kami baru akan melaksanakan rekayasa lalin," ujarnya.
Meski demikian, Robby mengimbau masyarakat untuk menghindari Jalan Medan Merdeka Selatan hingga Pintu Gambir. Hal ini dilakukan untuk menghindari kepadatan di area tersebut karena adanya konser nanti malam.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari area ataupun ruas Jalan Merdeka Selatan, termasuk juga Pintu Gambir ataupun Merdeka Timur, yang kemungkinan itu akan setidaknya berdampak terhadap kegiatan atau masyarakat yang melintas," ujarnya.
[Gambas:Video 20detik]
Artikel Terkait
- Tayang 7 Episode, Agent Kim Reactivated Cetak Rating Penayangan Tertinggi
- Peredaran Narkotika Kerap Sasar Pelajar, Polres Jakpus Pasang Barcode Aduan Anonim di Sekolah
- Kaltim Tagih Dana Bagi Hasil Rp 2,4 Triliun ke Pusat, DPRD: Hak Daerah Harus Dipenuhi
- DPRD Jabar Usukan Reaktivasi SPP SMA/SMK Negeri, Dedi Mulyadi Ingatkan Potensi Polemik
- ORI030 Diburu saat Ekonomi Indonesia Dinilai Masuki Fase "New Normal"
- Hasil Japan Open 2026: Bekal Berharga Ubed dari Anders Antonsen
- Terduga Pembunuh ASN Bangkalan Belum Tertangkap, Diduga Dibantu Bersembunyi
- KPK Sebut Mahalnya Ongkos Politik Jadi Pemicu Korupsi Kepala Daerah