Ledakan Gudang Amunisi Madiun, Karangan Bunga Berjejer di Kediaman Serda Hengki

Ucapan belasungkawa juga dikirimkan oleh Karumkit TK IV 05.07.01 Madiun Mayor CKM (K) dr Setia Dewi, serta karangan bunga dari BRI KCP Caruban.
Suasana duka masih menyelimuti kediaman almarhum di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.
Bendera putih berlafal Laa Ilaaha Illallah sebagai penanda duka masih terpasang di pinggir jalan masuk kediaman almarhum Serda Hengki. Kemudian, tenda pelayat juga masih terpasang di depan rumah duka.
Kakak kandung almarhum, Hendri Siswo Susanto, mengenang Serda Hengki sebagai sosok yang sederhana dan religius.
"(Orangnya) baik, sopan, soal agama, agamis, taat ibadah," ujar Hendri.
Bertugas di Papua selama 15 tahun
Sebelum bertugas di Gupusmu II Puspalad, Serda Hengki menjalani penugasan di Timika, Papua, selama hampir 15 tahun.
Baru sekitar dua tahun terakhir, Serda Hengki bertugas di Gupusmu II Puspalad di Madiun.
"Kurang lebih dua tahun," tutur Hendri.
Ia mengatakan, komunikasi terakhir dengan Serda Hengki dilakukan melalui ponsel.
Sementara itu, pertemuan terakhir Serda Hengki dengan ibu kandungnya terjadi tiga hari sebelum ledakan. Serda Hengki meninggalkan seorang istri dan dua anak.
Diberitakan sebelumnya, ledakan dahsyat terjadi di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Akibat insiden tersebut, Serda Hengki Noto Susanto gugur saat bertugas. Enam prajurit lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di RSUD Caruban.
Artikel Terkait
- Kerja Keras tapi Gaji Stagnan? Dosen USU Beri Analisis dan Solusinya
- Sudewo Bantah Terima Rp 450 Juta, Jaksa KPK Fokus Buktikan Peran Nur Widayat
- Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah: Padahal Sudah Ikut Retret
- Presiden Prabowo Minta Seluruh Layanan Publik yang Memungkinkan Tersedia secara Digital
- Peredaran Pod Getar dan Happy Water di Bogor Sasar Perumahan Elite
- Bangkai Paus di Pantai Jembrana Muncul Lagi, Lokasi Penguburan Tergerus Air Pasang
- Alasan Nama Bayi Muhammad MBG Subianto di Wonosobo Tak Bisa Dicantumkan di Akta Kelahiran
- Alasan Nama Bayi Muhammad MBG Subianto di Wonosobo Tak Bisa Dicantumkan di Akta Kelahiran